Pemko Padangsidimpuan Manfaatkan TKD Tambahan, Pulihkan Irigasi 200 Hektare Sawah

Pemko Padangsidimpuan Manfaatkan TKD Tambahan, Pulihkan Irigasi 200 Hektare Sawah

Pemko Padangsidimpuan Manfaatkan TKD Tambahan, Pulihkan Irigasi 200 Hektare Sawah

Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H.Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes memanfaatkan alokasi Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Tahun 2026 untuk mempercepat pemulihan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. Salah satunya melalui rehabilitasi Bendung dan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (DI) Sabungan Julu, yang ditargetkan kembali mengalirkan air ke sekitar 200 hektare persawahan warga.

Langkah Pemerintah Kota Padangsidimpuan ini menjadi solusi atas kerusakan bendung akibat banjir besar pada 2025, yang selama ini menghambat distribusi air ke lahan pertanian. Perbaikan tersebut diharapkan membantu petani kembali menjalankan aktivitas bercocok tanam dengan lebih tenang dan menjaga keberlangsungan produksi pertanian.

Melalui TKD Tambahan, Wali Kota Letnan mengarahkan pemanfaatan dukungan anggaran pemerintah pusat untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat, terutama pemulihan infrastruktur pascabencana yang berkaitan langsung dengan mata pencaharian warga.

Rehabilitasi dengan anggaran Rp889.983.000 ini mencakup pembangunan bendung baru, pembuatan sayap bendung, normalisasi saluran irigasi, serta perbaikan dinding saluran yang rusak. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Perintis Abadi sejak 9 Oktober 2026 dan ditargetkan selesai lebih cepat dari masa kontrak yang berakhir Desember 2026.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Padangsidimpuan, Arif Budiman, menjelaskan kerusakan bendung terjadi setelah dua kali banjir besar menerjang aliran Sungai Aek Sibontar pada 2025. Akibatnya, aliran air menuju persawahan terganggu.

Dalam kondisi tersebut, para petani sempat bergotong royong membuat bendungan darurat menggunakan karung berisi pasir agar sebagian air tetap dapat masuk ke saluran irigasi.

Kini, melalui rehabilitasi yang didukung TKD Tambahan, upaya pemulihan dilakukan secara lebih permanen. Pembangunan sayap bendung dan perbaikan saluran diharapkan mampu mengarahkan aliran air sekaligus menjaga agar distribusi pengairan kembali optimal.

Bagi petani, berfungsinya kembali bendung bukan sekadar perbaikan bangunan fisik, melainkan menyangkut kepastian pasokan air untuk mengolah sawah dan melanjutkan musim tanam.

Salah seorang petani, Aminuddin Siregar, berharap pekerjaan tersebut segera rampung sehingga pengairan kembali normal dan petani dapat bercocok tanam tanpa terus dibayangi kekhawatiran terhadap kekurangan air.

Pemerintah Kota Padangsidimpuan mengelola TKD Tambahan 2026 sebesar Rp111 miliar. Dari alokasi tersebut, Dinas PUPR memperoleh Rp21,39 miliar untuk mendukung rehabilitasi jalan, bendung, jaringan irigasi, dan drainase.

Pemanfaatan anggaran ini memperlihatkan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Dukungan TKD Tambahan memberi ruang bagi pemerintah kota untuk menangani infrastruktur yang mendesak, sekaligus mengarahkan belanja pemerintah pada kebutuhan masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Letnan Dalimunthe, pemulihan Bendung Sabungan Julu menjadi salah satu upaya mengembalikan fungsi layanan publik yang menopang kehidupan warga. Ketika pengairan kembali berfungsi, manfaatnya diharapkan dirasakan langsung oleh petani melalui aktivitas pertanian yang lebih lancar dan keberlanjutan mata pencaharian mereka.

Melalui langkah tersebut, TKD Tambahan tidak hanya menjadi dukungan anggaran untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak, tetapi juga instrumen pemulihan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dan perekonomian daerah bergerak setelah bencana.